Demokrat Kubu AHY Susun Strategi 'Lawan' Kubu Moeldoko

Kiswondari, Jurnalis
Selasa 09 Maret 2021 06:48 WIB
Foto: Illustrasi Okezone.com
Share :

JAKARTA - Menyikapi Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara pada Jumat 5 Maret 2021 kemarin, Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat Agus Hraimurti Yudhoyono (AHY) menyambangi 3 institusi pemerintah yakni Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Kemenko Polhukam, Senin 8 Maret 2021 kemarin.

Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra menjelaskan, ini merupakan langkah konkret yang ditempuh DPP Demokrat dalam menghadapi pelaku Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat (GPK PD) yang manipulatif dan tidak mengikuti aturan.

“Kami dengan mempelajari itu kami melihat bahwa pelaku GPK PD ini bukan, kalau orang pinter kita hadapi dengan mudah, tapi ini orang yang keblinger menurut kami karena cara-cara mereka sangat manipulatif selama ini menurut pengakuan para kader kami,” kata Herzaky saat dihubungi, Selasa (9/3/2021).

Baca juga:  Soal KLB Demokrat, AHY Sebaiknya Percaya Diri Saja

“Tidak bisa langkah kami dengan hanya menyerukan, karena kalau menyerukan sudah angin lalu, kami sudah berusaha menyerukan untuk mencegah KLB ini, kami juga sudah minta agar ada pelarangan. Makannya kami datang ke Menkumham, KPU dan Kemenko Polhukam,” sambungnya.

Dia menjelaskan, dalam kunjungan ke 3 institusi tersebut, DPP Demokrat yang sah ingin menunjukkan bahwa dasar aturan yang sah adalah AD/ART Partai Demokrat yang sudah disepakati dalam Kongres V tahun 2020 dan sudah disahkan oleh Menkumham.

Baca juga:  Viral Foto Nazaruddin-Jhoni Allen di Restoran, Sosok Orang Ketiga Disorot

“Kami ingin tunjukan ‘Heh, yang dipakai adalah AD ART tahun 2020 yang sudah diputus, sudah disepakati di Kongres 2020, kan itu, jangan geser-geser lu’,” tegasnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya