JAKARTA - Kepala Staf Presiden (KSP) Jenderal (Purn) Moeldoko terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat (PD) menggantikan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berdasarkan hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Deliserdang, Medan, beberapa waktu lalu.
Hasil KLB tersebut dikabarkan sudah diserahkan ke Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham). Kemenkumham sebelumnya juga telah sempat menyatakan akan memproses hasil KLB yang menetapkan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko sebagai ketum baru Partai Demokrat itu. Hasil verifikasi Kemenkumham terhadap KLB akan menjadi penentu keberlangsungan Partai Demokrat ke depan.
Pengamat politik Saiful Mujani mengatakan, manuver Moeldoko ini akan berujung pada kematian Partai Demokrat. Jika pemerintah melalui Kemenkumham menyetujui atau mengesahkan hasil KLB, maka Partai Demokrat berpotensi mati di tangan seorang pejabat negara.
Baca Juga: 'Kudeta' di Partai Politik dari Orde Lama hingga Era Reformasi
"Hasil akhir dari manuver KSP Moeldoko ini adalah membunuh Partai Demokrat. Demokrat mati di tangan seorang pejabat negara. Backsliding demokrasi Indonesia makin dalam, dan ini terjadi di bawah Jokowi yang ironisnya ia justru jadi presiden karena demokrasi," beber Saiful Mujani melalui akun Twitter pribadinya @saiful_mujani yang diunggah pada Sabtu, 6 Maret 2021.
Baca Juga: Sindir Penetapan Moeldoko di KLB Sumut, Demokrat : Kaya Partai Sambungan Telepon, Kan Lucu
Pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) itu, mengungkapkan bahwa saat lonceng kematian Partai Demokrat saat ini ada di tangan negara. Negara dalam hal ini, yaitu Menkumham, Yasonna H Loaly.
"Setelah KSP Moeldoko ditetapkan jadi ketua partai Demokrat lewat KLB maka selanjutnya tergantung negara, lewat menkumham dari PDIP, Yasona, mengakui hasil KLB itu atau tidak. Kalau mengakui, dan membatalkan kepengurusan PD AHY, lonceng kematian PD makin kencang," cuitnya.
Kisruh Partai Demokrat antara kubu AHY dan Moeldoko ini berpotensi berlanjut hingga ke pengadilan. Saiful Mujani memprediksi AHY akan menggugat ke pengadilan jika pemerintah mengakui KLB Deli Serdang.