JAKARTA - Memasuki Kampung Laweyan Solo, Jawa Tengah seakan memasuki kota lama dengan pemandangan arsitektur lama yang masih kokoh berdiri. Banyak rumah-rumah di Laweyan yang dibangun dengan sentuhan arsitektur Eropa yang megah dan kokoh.
Rumah-rumah tersebut merupakan kediaman para saudagar batik pada jaman dahulu. Kekayaan mereka bahkan melampaui para bangsawan, sehingga tidak heran mereka bisa membangun istana mereka sendiri.
Baca juga: Tampung 12 Ribu Jamaah, Masjid Hibah dari UEA Senilai Rp5,7 Triliun Siap Dibangun di Solo
Selain rumah-rumah kuno milik para saudagar, banyak situs bersejarah yang ada di kampung Laweyan, seperti Museum Samanhudi. Samanhudi adalah salah satu tokoh pergerakan nasional. Tidak hanya menikmati sejarah dan kecantikan bangunannya saja.
Laweyan tidak hanya tempat belanja batik, tetapi sudah menjadi satu paket tempat wisata budaya di Solo. Maka di sana banyak wisatawan lokal dan mancanegara yang sedang asyik memilih batik atau sedang belajar membuat batik dari sang ahli.
Baca juga: Kontroversi Supersemar: Bung Karno Terancam Baku Tembak Ajudan dengan 2 Jenderal
Saat memasuki kampung Laweyan, suasana seperti jaman dulu. Bangunan-bangunan kuno berarsitektur Eropa: megah, kokoh, bertembok tinggi, serta memiliki lorong-lorong panjang.