Ceritanya pada saat malam hari, Keris Condong Campur keluar dari penyimpanannya di gedung pusaka Majapahit dengan mengeluarkan warna merah dengan aura negatif yang berbahaya bagi siapa saja yang melihatnya. Dengan secepat kilat, keris Kiai Sangkelat menerjang Kiai Condong Campur sehingga patah menjadi dua.
Baca juga: Kisah Tragis Asmara Ki Ageng Mangir dan Puteri Panembahan Senapati Berakhir di Batu Gilang
"Ini adalah kemenangan dari Kiai Sangkelat yang kemudian menjadi pusaka andalan dari Sultan Demak," ucapnya.
Keris-keris yang mempunyai cerita seperti ini sesungguhnya mempunyai energi abadi. Artinya masih bisa ada sepanjang dunia ini masih berputar. Walau lahirnya zaman purba, keris yang memiliki isoteris tinggi itu masih berada di alam metafisika dan itu bisa ditarik.
(Qur'anul Hidayat)