JAKARTA - Eh ujan gerimis aje, ikan teri diasinin. Eh jangan menangis aja, Yang pergi jangan dipikirin, sepenggal syair lagu yang dinyanyikan pengamen saat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan makan sate blora di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur.
Suaranya lepas. Lantang. Penuh percaya diri. Mereka adalah ayah dan anak. Anak ini menyanyi bersama ayahnya. Ayahnya main gitar, mereka duet: ayah dan anak. Djufri dan anaknya Saddam Zakhir kelas 5, di SD Cipinang Besar Selatan 3. Di sekolahnya dia juara kelas.
Selesai makan, Anies memanggil mereka untuk bergabung dan duduk bersama.
"“Alhamdulillah, sudah 4 tahun Pak, pemilik sate ini mengijinkan saya main, nyanyi di sini. Saya diberi tempat dan makan,” cerita Djufri kepada Anies dikutip dalam akun Instagram @aniesbaswedan, Selasa (30/3/2021).
Mereka lantunkan lagu-lagu bergantian: lagu indonesia, lagu barat dan lagu daerah. Tanpa partitur. Mereka hapal syair semua lagu-lagu itu. Selama masa pandemi ini, Saddam ikut ayahnya. Berdua mereka alirkan syair dalam alunan irama yang indah dan merdu.
"Inilah sebuah kolaborasi," ungkap Anies.
Baca Juga : 1.394 Petugas Jaga Sidang Habib Rizieq dari Ring 1 hingga 4
Pemilik warung sate yang berbaik hati. Membuka tempatnya jadi sumber rejeki juga bagi pengamen. Dia menuai rasa syukur sang pengamen, yang insyaAllah berbuah keberkahan bagi usahanya.
Anies mengaku sering mampir ke Sate Blora Cirebon, di jl Balai Pustaka Baru, Rawamangun. Sate ini memang enak, seringkali mampir jika sedang inspeksi ke Rawamangun. Sejak pandemi, baru sekarang bisa kembali mampir. Jumpa dengan pemiliknya yang menceritakan bahwa alhamdulillah tingkat penjualan makin hari makin mendekati tingkat masa pra-pandemi.