Demokrat Versi KLB Ditolak Menkumham, Andi Mallarangeng Usulkan Ini ke Moeldoko

Kiswondari, Jurnalis
Sabtu 03 April 2021 14:17 WIB
Partai Demokrat.(Foto:Dok Okezone)
Share :

JAKARTA - Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Andi Mallarangeng mengusulkan tiga opsi untuk Ketua Umum Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB) Sibolangit, Deli Serdang, Moeldoko yang legalisasi struktur partainya ditolak Menteri Hukum dan HAM (Menkumham).

Andi menguraikan 3 opsi yang ditempuh Moeldoko. Pertama, Moeldoko mengundurkan diri dari KLB abal-abal itu, dan kembali fokus pada tugasnya sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP); kedua, Moeldoko membuat partai baru bersama para pendukung KLB Deli Serdang; dan ketiga, Moeldoko tetap berusaha mendongkel kepemimpinan Partai Demokrat yang sah dengan mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Menurut dia, opsi pertama dan kedua yang terbaik demi menciptakan keamanan dan kedamaian.

Baca Juga: Razman Mundur, Kubu AHY: Istilah Anak Milenialnya Lagi Pansos

"Kalau pilihan Pak Moeldoko adalah opsi pertama dan kedua, pasti aman dan damai," kata Andi kepada wartawan yang juga diunggah di akun Youtube pribadinya, Sabtu (3/4/2021).

Tetapi, sambung Juru Bicara Presiden RI ke-6 ini, jika Moeldoko lebih memilih opsi ketiga, maka Moeldoko akan terus terseret masalah ini sepanjang proses peradilan yang juga memakan waktu yang lama. Moeldoko juha akan kekurangan fokus untuk menjalani tugasnya sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP).

Baca Juga: Hormati Keputusan Pemerintah, Kubu Moeldoko Ingin Demokrat Tak Bergeser ke "Cikeastokrasi"

"Sementara itu, menjadi pertanyaan, bagaimana dia bisa fokus pada tugas utamanya sebagai Kepala Staf Presiden?," ungkapnya.

Namun demikian, Andi menambahkan bahwa keputusannya ada di tangan Moeldoko. Soal opsi mana yang dipilih baiknya ditunggu saja.

"Apapun, bola di tangan Pak Moeldoko. Kita lihat saja, opsi mana yang akan dia pilih," pungkas mantan Menteri Pemuda dan Olahraga itu.

(Sazili Mustofa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya