Tetapi, sambung Juru Bicara Presiden RI ke-6 ini, jika Moeldoko lebih memilih opsi ketiga, maka Moeldoko akan terus terseret masalah ini sepanjang proses peradilan yang juga memakan waktu yang lama. Moeldoko juha akan kekurangan fokus untuk menjalani tugasnya sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP).
Baca Juga: Hormati Keputusan Pemerintah, Kubu Moeldoko Ingin Demokrat Tak Bergeser ke "Cikeastokrasi"
"Sementara itu, menjadi pertanyaan, bagaimana dia bisa fokus pada tugas utamanya sebagai Kepala Staf Presiden?," ungkapnya.
Namun demikian, Andi menambahkan bahwa keputusannya ada di tangan Moeldoko. Soal opsi mana yang dipilih baiknya ditunggu saja.
"Apapun, bola di tangan Pak Moeldoko. Kita lihat saja, opsi mana yang akan dia pilih," pungkas mantan Menteri Pemuda dan Olahraga itu.
(Sazili Mustofa)