Lebih lanjut lagi Siti Maimunah mengungkapakan, metode sulut api terhadap para siswa ini merupakan yang kedua kalinya.
Hal yang sama diungkapkan guru Wali Kelas IV, Sa'idatul Mustafiah. Ia merasa menyesal dan bersalah atas perbuatannya.
“Kronologinya berawal dari saat diketahui uang tabungan kelas sebesar Rp12.000 hilang,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolsek Gucialit, Iptu Joko Triyono, mengatakan metode sulut api tersebut merupakan hal keliru.