JAKARTA - Ombudsman Republik Indonesia (ORI) menyebutkan sebanyak 25.328 kiloliter (kl) minyak hilang akibat api melahap empat tangki yang terletak di kilang minyak Balongan, Indramayu, Jawa Barat.
Anggota Ombudsman, Hery Susanto, mengatakan objek yang terbakar adalah tangki Pertalite dengan lokasi di pojok kilang berjumlah empat atau 7% dari total di kilang Balongan sebanyak 71 tanki. Luas area empat tangki yang terbakar adalah dua hektare.
Mulanya api melahap satu tangki. Namun seiring berjalannya waktu, si jago merah merambat ke tiga tangki lainnya, sehingga totalnya empat tangki yang masih satu klaster.
"Dampak terbakarnya empat tangki tersebut di antaranya kerusakan properti berupa empat tangki dengan volume minyak 25.328 kl, dua pick up kilang dan kerusakan bangunan di sekitar kilang," jelas Hery, Rabu (14/4/2021).
Selanjutnya, Ombudsman memberikan saran agar PT Pertamina dan PT KPI segera mengoordinasikan rencana kontigensi kepada BNPB/BPBD setempat agar mitigasi dan penanganan bencana dapat dilakukan secara optimal.
"PT Pertamina bersama BPBD agar memberikan sosialisasi, edukasi dan pelatihan kepada warga sekitar, terkait adanya potensi bencana akibat gagal teknologi untuk meminimalisir korban jiwa. Kemudian perlu meningkatkan early wearning system di sekitar lingkungan kilang minyak Pertamina untuk meningkatkan kewaspadaan bagi masyarakat sekitar," tutur Hery.
Baca Juga : Ombudsman: Keluhan Warga Tak Digubris Pertamina Sebelum Kilang Balongan Terbakar
Perihal mekanisme ganti rugi atas bangunan yang rusak, agar dilaksanakan dengan proses yang valid, cepat, tepat, partisipatif dan adil. Di samping memberikan pengobatan dan santunan yang layak bagi para korban dan keluarganya yang mengalami luka berat, luka ringan dan meninggal dunia.