DEPOK - Sandi Butar Butar menguak dugaan korupsi penyelewengan dana Covid-19 dan dana sepatu kerja di Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Depok, Jawa Barat. Sandi juga menyebut ada sejumlah fasilitas inti yang tidak disediakan atasan tempatnya bekerja, bahkan sejumlah anggota ada yang rela patungan untuk membeli alat kerja tersebut.
Sandi mengatakan, sebagai anggota Damkar dirinya selalu diminta memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Namun, Dinas di tempatnya bekerja tidak memberikan fasilitas yang memadai.
"Misalnya seperti alat pembelah cincin. Kan banyak panggilan ke Damkar karena cincin tak bisa dikeluarin. Itu kita minta kantor, kantor cuma bilang iya, iya, iya gitu aja," kata Sandi kepada MNC Portal Indonesia, Jumat (16/4/2021).
Sandi menjelaskan, Dinas Damkar memberikan alat pembelah cincin hanya pada beberapa pos Damkar. Dengan kondisi tersebut komandan regu (Danru) yang membelikan fasilitas atau anggota melakukan patungan.
Baca juga: Pekan Depan, Kemendagri Panggil Pihak Terkait dalam Dugaan Kasus Korupsi Damkar Depok