JAKARTA - Gempa yang terjadi pada Senin pukul 14.07 WIB di timur laut Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku, dipicu oleh aktivitas subduksi Busur Banda menurut Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Bambang Setiyo Prayitno.
Menurut informasi terbaru BMKG, episenter gempa bumi itu berada di laut pada kedalaman 46 km pada koordinat 8,1 LS dan 127,9 BT, sekira 13 km arah timur laut Maluku Barat Daya.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi Busur Banda," kata Bambang.
BMKG semula menginformasikan bahwa gempa dengan mekanisme pergerakan sesar naik itu memiliki magnitudo 5,7 namun kemudian memperbaruinya menjadi 5,5.