Sementara itu dalam kesempatan yang sama sambil menahan tangis, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas musibah ini.
"Saya atas nama Panglima TNI menyampaikan rasa prihatin yang mendalam. Kita bersama-sama mendoakan supaya proses pencarian ini terus bisa dilaksanakan dan bisa mendapatkan bukti-bukti kuat," kata Panglima TNI.
Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengaku pada Sabtu dini hari, merupakan batas akhir live support berupa ketersediaan oksigen bagi seluruh ABK kapal.
"Namun, hingga batas akhir live support tersebut, keberadaan kapal juga tidak bisa ditemukan," katanya.
Kapal tersebut diawaki oleh 53 orang, terdiri dari 49 ABK, seorang komandan satuan dan 3 personel arsenal. Kapal tersebut dikomandoi oleh Letkol laut (P) Heri Octavian yang sudah menjabat 1 tahun.
(Qur'anul Hidayat)