Penderita difabel yang tidak mampu digratiskan, tapi motornya bawa sendiri. Keterampilan dirinya memodifikasi kendaraan roda dua menjadi roda tiga, sudah dimiliki sejak tiga tahun lalu.
Ia yang tidak mempunyai kedua kaki, kesulitan bila bepergian. Lalu dia beli sepeda motor dan mengotak atiknya. Ia pernah belajar mengelas, keahliannya itu dipakai untuk merangkai sepeda motor.
Penderita difabel yang pernah memodifikasi sepeda motornya, ada lima orang, dari Mranggen, Kabupaten Demak, dan Kendal. Dulu, anak pasangan Yakub dan Sumiah ini, dikenal sebagai pembuat gitar dan sound system.
Sound system buatannya pernah meraih juara satu lomba pengeras suara di Yogyakarta.
“Saya sebenarnya juga menerima sewa sound system, tapi (sejak wabah) Covid-19, tidak ada masyarakat yang menikahkan anaknya pakai ramai-ramai, sehingga persewaan sound system-nya sepi,” ucapnya.
(Awaludin)