Jalur Gaib Rawan Kecelakaan antara Jakarta-Cirebon

Doddy Handoko , Jurnalis
Minggu 02 Mei 2021 06:32 WIB
Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)
Share :

Tapi bukan berarti raja dedemit yang memakan nyawa manusia itu tapi anak buahnya. Perbuatan mereka bermacam-macam, misalnya menutup mata pengendara mobil sehingga tidak bisa melihat jalanan. Akibatnya pun dapat ditebak, tabrakan dahsyat tak terhindarkan.

Terdapat beberapa tingkatan kecelakaan, ada yang cuma memakan korban satu atau dua orang. Tapi ada juga yang sampai meminta korban banyak orang atau dalam bahasa jawa istilahnya”reogan.” Pada saat itu pikiran orang lewat dibuat kosong atau apes, tidak hanya karena faktor kelalaian manusia.

“Saya menghimbau kepada orang yang dalam perjalansn jangan terlalu riya’, lebih baik banyak berdoa”, katanya.

Maka untuk menghindari supaya tidak menjadi korban di jalanan dianjurkan banyak mengucapkan Istifgfar ,,”Astafirullahaladzim”. Selain itu banyak berdzikir “Ya Habbu Ya Salam, Birahmatika Ya Arhamar Rakhimin.”

Dengan berdoa merupakan filter bagi manusia. Misalnya akan terjadi kecelakaan berat bisa ditekan sehingga paling-paling cuma serempetan ringan.

Waktu rawan kecelakaan pada malam hari, diatas pukul 19.00 wib sampai pukul 03.00 wib. Pada jam-jam itu volume kendaraan yang lewat akan lebih padat.

Disamping itu ada faktor lain seperti kelelahan atau mengantuk karena sebenarnya jam untuk tidur.

Sedangkan siang hari justru jumlah kendaraan yang jalan tidak terlalu banyak.”Semua hari pada dasarnya baik, tidak hari hari yang jelek”, ujarnya.

(Khafid Mardiyansyah)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya