JAKARTA - Ustadz Tengku Zulkarnain meninggal dunia di umur 57 tahun, setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Tabrani, Kota Pekanbaru, Riau. Namun, segudang kenangan tak lekang dalam ingatan kerabatnya tentang sosoknya.
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas turut menyampaikan kabar duka. Ia mengaku kaget, karena beberapa hari lalu sempat berkabar dengan almarhum lewat WhatsApp.
"Tapi malam ini takdir yang telah ditetapkan Tuhan sudah menimpa diri beliau karena seusai adzan Maghrib dan waktu berbuka beliau sudah dipanggil oleh Allah SWT karena Covid-19," kata Anwar Abbas kepada MNC Portal, Senin (10/5/2021).
Baca Juga: Ustadz Tengku Zulkarnain Meninggal, Netizen Berbelasungkawa: Selamat Jalan Guru Kami
Abbas mengatakan, Ustadz Tengku Zulkarnain adalah seorang ulama, dai atau ustadz yang baik dan konsisten di jalur dakwah.
"Ini adalah satu hal yang tentu tidak terbayang oleh teman-temanya sewaktu muda karena beliau ini seperti kita ketahui di masa mudanya adalah seorang penyanyi dan pandai bermain musik. Tapi karena ketertarikan beliau dengan dunia dakwah maka dunia seni dan tarik suara tersebut boleh dikatakan beliau tinggalkan," akunya.
Ia juga mengaku salut dengan kiprah dakwah almarhum. Sebab, tidak hanya berdakwah ke daerah-daerah perkotaan di berbagai penjuru tanah air, tapi juga ke pelosok-pelosok negeri yang terasing.
"Dengan medan yang berat dan tidak mudah seperti jalan yang jelek atau gelombang laut yang besar karena harus berdakwah ke pulau-pulau," kata dia.
Bahkan di samping itu, lanjutnya, beliau juga sering berdakwah ke berbagai negara. Ia menyebut almarhum sudah lebih 20 negara yang beliau kunjungi untuk kepentingan dakwah.
Ia juga mengakui, dalam berdakwah beliau suka bicara blak-blakan dan menyampaikan masalah apa adanya. Oleh karena itu, banyak orang yang senang tapi juga banyak orang yang tidak suka.
"Dan ketika kami ketemu di MUI karena beliau adalah salah seorang Wakil Sekjen di MUI beliau sering bercerita kepada saya topik dan wilayah percakapan kami sangat banyak dan luas karena menyangkut berbagai masalah yang terkait dengan kehidupan sosial, ekonomi, agama dan politik di negeri ini serta juga sejarah hidup dan perjuangan beliau," tuturnya.
Baca Juga: Yusril: Tengku Zulkarnain Teguh Pendirian tapi Mau Mendengar Saran Orang Lain
Oleh karenanya, Abbas menilai almarhum adalah orang baik. Kepergiannya telah membuat banyak orang bersedih karena merasa kehilangan sosok ulama, ustadz, dan dai yang mereka sayangi dan kagumi.
Tetapi untuk diri beliau sendiri, Abbas mengatakan kepergian beliau sangat-sangat menguntungkan bagi dirinya karena meninggal di bulan suci Ramadhan dan di tengah wabah Covid-19.
"Dan Nabi Muhammad juga pernah berkata barangsiapa yang meninggal karena wabah maka matinya kata nabi adalah masuk ke dalam kategori mati syahid," pungkasnya.
(Arief Setyadi )