Terapi Mandi Tengah Malam di Pesantren Rehabilitasi Gangguan Mental Darut Tasbih

Doddy Handoko , Jurnalis
Selasa 18 Mei 2021 07:16 WIB
Para pengidap gangguan mental menjalani pengobatan di Ponpos Darut Tasbih.(Foto:Istimewa)
Share :

Kemudian, bagi mereka yang terkena gangguan jin, itu biasanya karena dendam atau rasa cinta dari bangsa jin, sehingga jin tersebut merasuki tubuhnya lalu merusak sel syarafnya. Kalau susunan syarafnya rusak, sudah pasti yang bersangkutan akan menjadi gila.

“Nah kalau yang namanya gangguan mental karena jin, itu bisa sembuh jika diobati oleh mereka yang memang ahli dalam masalah-masalah gaib, jadi tidak sembarangan. Dibacakan ayat-ayat Al-Quran misalnya, itu ada ilmunya, tidak sekedar baca,” Rafiudin menjelaskan.

Lebih lanjut Rafiudin memaparkan, dari tiga kategori penyebab gangguan mental tadi, cara pengobatan agamisnya nyaris sama, tapi terapi pendekatan kejiwaannya yang agak beda.

Bagi mereka yang terkena gangguan mental akibat narkoba, yang sangat diutamakan adalah pendekatan secara psikologis. Pasalnya, orang yang terkena narkoba, biasanya sangat butuh perhatian.

Jadi sentuhan kejiwaan melalui pendekatan yang baik untuk mengembalikan ke jati dirinya, itu sangat penting. Sehingga jika pendekatan kasih sayang itu bisa melupakan bayang-bayang indah narkoba, maka mereka akan dapat melupkan narkoba.

Bagi mereka yang mengalami gangguan mental akibat stress, juga diterapkan dengan terapi pendekatan kejiwaan, tapi tidak separah mereka yang terkena narkoba. Biasanya mereka diperbanyak dengan terapi air doa yang berfungsi untuk menetralisir sumbatan-sumbatan pada urat syarafnya.

Secara spesifik Rafiudin menjelaskan, ada beberapa terapi yang tidak seperti biasanya, yaitu terapi mandi tengah malam, di atas jam 01.00, dini hari. Hal ini berfungsi untuk melembutkan syaraf-syarat di kepala.

Selanjutnya, pasien dibimbing untuk melaksanakan shalat sunnat Taubah sebanyak-banyaknya, dengan bilangan setiap dua rakaat satu kali salam. Selesai sholat sunnah Taubah, mereka dibimbing untuk membaca istighfar sebanyak mungkin.

Terapi sebagaimana diungkap di atas, walau dilaksanakan secara bersamaan, tapi setiap tiga orang pasien dibimbing oleh satu orang ustadz. Dengan demikian, setiap pasien yang diterapi akan terkontrol satu persatu.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya