Sementara itu, dibandingkan tahun 2020 lalu, Ma'muri memprediksi akan terjadi peningkatan signifikan aktivitas lempeng Indo-Australia terhadap lempeng Eurasia tersebut. Sebab, terhitung pada tahun 2020 lalu selama kurun satu tahun telah terjadi 526 kali gempa bumi.
"Sekarang belum setengah tahun sudah ada 330 kejadian, ini adalah bukti adanya peningkatan aktivitas lempeng di Selatan Jatim," tukasnya.
Sebelumnya diberitakan, gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,2 SR yang dimutakhirkan menjadi 5,9 SR. Gempa bumi berpusat di 57 kilometer tenggara Kabupaten Blitar, dengan kedalaman 110 kilometer, dengan titik koordinat 8,63 LS dan 112,34 BT. Gempa bumi ini terjadi pada Jumat malam 21 Mei 2021 pukul 19.09 WIB dan dirasakan hampir di sebagian besar selatan Pulau Jawa hingga Cilacap, bahkan hingga Pulau Lombok.
Sebelumnya pada 10 April 2021 lalu Malang raya dan sekitarnya juga merasakan gempa berkekuatan 6,1 yang berpusat di 90 kilometer barat daya Kabupaten Malang, dengan kedalaman 25 kilometer. Akibat gempa ini puluhan ribu bangunan rumah di Jawa Timur dilaporkan rusak.
(Awaludin)