ALI Sadikin merupakan salah satu Gubernur DKI Jakarta paling populer. Ali Sadikin juga dikenal sebagai sosok yang kontroversial.
Misalnya saat pemerintahan DKI Jakarta terus dibelit masalah minimnya dana. Saat itu, Ali berpikir keras untuk mencari tambahan pendapatan bagi Pemda DKI. Ia melirik sumber dana alternatif yang sangat subur, yakni perjudian. Dan hal ini menjadi suatu langkah yang memicu kontroversi berkepanjangan.
Sebetulnya UU No. 11/1957 memungkinkan pemerintah daerah memungut pajak atas izin perjudian yang diberikan bagi pengusaha Tionghoa. Sebab judi dianggap bagian dari budaya China. Demikian dikutip dari buku 100 Tokoh yang Mengubah Indonesia, Penerbit Narasi.
Baca juga: Ketika Ali Sadikin Kumpulkan Para Pencopet Lalu Menamparnya
Namun, tak ada pejabat yang berani ambil risiko mengizinkan perjudian, yang haram bagi kaum muslim. Karena terpaksa, Bang Ali tak gentar menantang arus.
"Untuk keperluan rakyat Jakarta, saya berani," katanya.
Baca juga; Kisah Heroik Ali Sadikin, Jenderal Gaya Hollywood yang Maju Perang Paling Depan
Sebagai permulaan, izin perjudian pun diberikan pada pengusaha bemama Apyang dan Yo Putshong. Judi Lotto (lotere totalisator), petak sembilan, dan hwa-hwe, yang tadinya sembunyi-sembunyi, mulai dilakukan secara terang-terangan.
Aneka jenis judi itu pun mulai diramaikan warga non-China. Protes pun datang, terutama dari kaum muslim.
Bagaimana dampak finansialnya? Tak seorang pun menyangkal, limpahan uang perjudian ini memang berdampak positif bagi Jakarta. Gedung sekolah dibangun, rumah sakit didirikan, puskesmas diperbanyak, dan jalan-jalan diperbaiki.