Kontroversial Ali Sadikin: Tarik Duit Pajak dari Perjudian

Tim Okezone, Jurnalis
Minggu 30 Mei 2021 15:23 WIB
Mantan Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin semasa hidup (foto; Illustrasi Sindo)
Share :

Dengan Proyek Mohammad Husni Thamrin, Ali gencar membenahi pemukiman kumuh. Ia juga merenovasi Taman Monumen Nasional (Monas) serta membangun Taman Ismail Marzuki, Gedung Arsip Nasional, Gelanggang Remaja Kuningan, Pasar Seni Ancol, Sekolah Atlet Ragunan, Planet Senen, sampai lokalisasi pelacuran Kramat Tunggak.

Di akhir masa jabatannya (tahun 1977), Pemda DKI masih memiliki saldo kas Rp17 miliar. Peran Ali Sadikin sangat signifikan dalam menciptakan Jakarta sebagai kota metropolitan dengan fasilitas modern, tidak lagi bercitra sebagai sarang disentri.

Karakter kepemimpinan Ali yang tegas, bermoral, bersih, dan berwibawa, dinilai sebagai teladan yang langka. Ia sukses membangkitkan solidaritas, semangat, dan motivasi rakyat. Di kalangan rakyat kecil, popularitasnya cukup tinggi, walau ia mengizinkan berbagai penggusuran.

Ia mendapat anugerah Ramon Magsaysay pada 1971. Setelah pensiun dati kemiliteran dengan pangkat terakhir Letjen KKO, dan tidak lagi menjabat Gubernur DKI, Bang Ali masih menjalin kontak dengan tokoh-tokoh nasional yang memiliki komitmen tinggi terhadap masa depan bangsa. Keterlibatannya dalam Petisi 50 membuat rezim Orde Baru memberangus hak-hak politiknya.

(Awaludin)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya