"Bangunan Istana Garuda didesain menghadap ke tenggara untuk menyiasati paparan langsung sinar matahari dari timur dan barat. Dengan demikian sinar matahari tak langsung masuk ke dalam gedung. Jadi suhu dalam gedung tidak terlalu panas, dan itu sudah dikaji secara scientis melalui metode smart geometry analysis,"ulasnya.
Istana Garuda, lanjut Nyoman, merupakan satu dari beberapa karya monumental yang menerapkan perpaduan antara seni, teknologi, dan sains, seperti layaknya pembangunan Garuda Wisnu Kencana (GWK).
“Hal serupa akan diterapkan pada pembangunan Istana Garuda. Jadi ini hasil perpaduan seni, teknologi, dan sains. Tanpa itu, mustahil menghasilkan bangunan berbentuk patung yang gigantik,” pungkasnya.
(Fahmi Firdaus )