Bertemu Dubes Denmark, Moeldoko Pamer Kerja Pemerintah di Sektor Energi dan Perubahan Iklim

Fahreza Rizky, Jurnalis
Kamis 03 Juni 2021 15:53 WIB
KSP Moeldoko (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA – Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko bertemu dengan Duta Besar Denmark untuk Indonesia HE Lars Bo Larsen. Pertemuan berlangsung di Gedung Bina Graha Jakarta, Kamis (3/6/2021).

Dalam pertemuan itu, keduanya membincangkan isu pembangunan berkelanjutan serta isu di bidang climate change dan energi baru terbarukan (EBT). Menurut Moeldoko, isu tersebut sudah menjadi komitmen Presiden Joko Widodo.

"Komitmen Presiden sangat kuat pada isu ini, bahkan sudah tertuang melalui beberapa kebijakan,” terang Moeldoko melalui keterangan tertulisnya.

Baca Juga:  51 Pegawai Diberhentikan, Moeldoko: Itu Kewenangan KPK

Bukti konkret pemerintah Indonesia terhadap isu pembangunan berkelanjutan, climate change dan EBT dibuktikan dengan diterbitkannya Perpres 55 tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan.

Melalui beleid itu, Moeldoko meyakini, Indonesia akan secara masif mendorong produksi mobil listrik. Apalagi, lanjut Moeldoko, Perpres tersebut juga telah didukung melalui penyusunan peta jalan peralihan mobil konvensional ke listrik.

Tidak hanya itu, komitmen Indonesia terhadap isu climate change dan EBT juga beberapa kali disampaikan Presiden Jokowi. Di antaranya saat pidato di United Nations UN Climate Change Conference the Conference of the Parties COP21, Paris 2015 yang mencakup komitmen global yang diturunkan ke komitmen nasional dan sektor energi.

Komitmen Global sesuai dengan Target Paris Agreement : Menjaga kenaikan temperatur global tidak melebihi 20 C, dan mengupayakan menjadi 1,50 C.

Baca Juga:  51 Pegawai KPK Diberhentikan, Moeldoko: Arahan Presiden Tak Diabaikan

Ada juga Komitmen Nasional sesuai dengan Amanat UU No 16/2016 tentang Pengesahan Paris Agreement: Menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) 29% dari business as usual (BaU) atau kemampuan sendiri menjadi 41% (dengan bantuan internasional) pada 2030 sesuai NDC (Nationally determined contributions).

“Ini menunjukkan bahwa Pemerintah Indonesia punya tanggung jawab yang tinggi terhadap lingkungan secara global,” ujar Moeldoko.

Dari sisi EBT, Indonesia telah beromitmen menurunkan emisi GRK sebesar 314 – 398 Juta Ton CO2 pada tahun 2030, melalui pengembangan energi terbarukan, pelaksanaan efisiensi energi, dan konservasi energi, serta penerapan teknologi energi bersih.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya