Si Denok Bandarwati, Nama Cantik Penuh Makna Pelabuhan Tanjung Priok

Agregasi Sindonews.com, Jurnalis
Sabtu 12 Juni 2021 06:30 WIB
Pelabuhan Tanjung Priok.(Foto:Ist)
Share :

JAKARTA - Jika membahas Jakarta Utara, tentu tidak bisa lepas dari Pelabuhan Tanjung Priok. Yah, Pelabuhan Tanjung Priok adalah ikon dari Kota Jakarta Utara. Selain itu, Pelabuhan Tanjung Priok merupakan sejarah yang tidak bisa dilepaskan dari Jakarta Utara secara khusus, dan Provinsi DKI Jakarta secara umum.

Tanjung Priok merupakan pelabuhan prasejarah sejak zaman penyebaran agama Hindu. Kemudian, pemerintah kolonial Belanda mengembangkan Tanjung Priok benar-benar menjadi kawasan pelabuhan komersial pada akhir abad ke-18.

Pemerintah Hindia Belanda mengembangkan kawasan Tanjung Priok sebagai pelabuhan baru Batavia pada akhir abad ke-19 untuk menggantikan Pelabuhan Sunda Kelapa yang berada di sebelah baratnya karena terlalu kecil untuk menampung peningkatan lalu lintas perdagangan yang terjadi akibat pembukaan Terusan Suez.

Berdasarkan laman shipsapp.co.id pada Jumat (2/4/2021), pembangunan pelabuhan baru dimulai pada tahun 1877 oleh Gubernur Jenderal Johan Wilhelm van Lansberge (1875-1881).

Baca Juga: Pelindo II Sesuaikan Tarif di Pelabuhan Tanjung Priok Mulai 15 April

Beberapa fasilitas dibangun untuk mendukung fungsi pelabuhan baru di antaranya Stasiun Tanjung Priok (1914).

Pengerjaan Pelabuhan Tanjung Priok dimulai pada Mei 1877 dan selesai tahun 1886. Dimulai dengan pembangunan Pelabuhan I setelah ada ketentuan bahwa kegiatan Pelabuhan Sunda Kelapa dipindahkan ke Tanjung Priok.

Perencana pelabuhan ini adalah Ir J.A.A Waldrop, insinyur asal Belanda, sedangkan pelaksananya adalah Jr J.A. de Gelder dari Departement B.O.W., seorang Insinyur Perairan.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya