Tak Pakai Masker di Kereta, Pria Ini Kehilangan Pekerjaan dan Ancaman Penjara

Susi Susanti, Jurnalis
Sabtu 19 Juni 2021 15:36 WIB
Pria ini kehilangan pekerjaan karena tidak pakai masker (Foto: Benjamin Glynn/SWNS)
Share :

"Dari dasar ilmiah, saya pikir itu omong kosong,” tambahnya.

Jerome Tan, yang membuat rekaman video yang membuat Glynn dalam masalah, mengatakan kepada The Straits Times bahwa orang Inggris itu berbicara dengan seorang lelaki tua, mencoba meyakinkannya untuk melepas masker, dan mengatakan itu akan membuatnya sakit.

"Yang lebih buruk adalah dia mencoba meyakinkan orang lain untuk tidak memakai masker, dan saya menemukan sikapnya cukup arogan - sesuatu harus dilakukan,” jelasnya.

Diketahui, di Singapura wajib bagi penduduk untuk memakai masker setiap kali mereka meninggalkan rumah, dengan sedikit pengecualian.

Ahli biologi pemenang hadiah Nobel Profesor Sir Venki Ramakrishnan menyarankan bahwa masker wajah harus dipakai kapan pun Anda berada di ruang publik yang ramai.

Dia mengatakan bahwa ada banyak bukti ilmiah bahwa masker melindungi pemakainya dan orang-orang di sekitarnya, dan memperingatkan Inggris yang berada "jauh di belakang" negara lain dalam hal memakai masker.

Dia menambahkan bahwa tidak mengenakan penutup wajah harus dianggap sebagai "anti-sosial" dengan cara yang sama seperti mengemudi dalam keadaan mabuk atau tidak mengenakan sabuk pengaman.

Di Singapura yang dihuni 6 juta penduduknya, ada 62.366 kasus Covid-19 yang tercatat dan 34 kematian yang dikonfirmasi.

Di sini, di Inggris, angka terbaru menunjukkan lebih dari 4,6 juta orang telah terinfeksi, dan kematian lebih dari 128.000.

(Susi Susanti)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya