INDIA - Terdiri dari 36 pulau - 10 sudah dihuni - kepulauan ini terletak sejauh 200 mil dari lepas pantai sebelah barat daya India di Laut Arab. Untuk kebutuhan pokok, penduduk di wilayah itu selama ini mengandalkan pasokan dari Negara Bagian Kerala, India bagian selatan.
Terkenal akan pasir pantai, air laut yang biru jernih, dan terumbu karang nan indah, Lakshadweep digambarkan sebagai "kepulauan surga" atau "kepulauan zamrud" oleh brosur-brosur wisata. Wilayah itu selama ini jarang sekali diberitakan.
Namun dalam beberapa pekan terakhir, para warga setempat menarik perhatian media massa setelah melancarkan protes atas apa yang mereka sebut, "serangan bagi identitas, kebudayaan, agama dan wilayah kami."
Baca juga: Diculik Saat Pergi ke Masjid, Pria Muslim India Dipukuli, Dipaksa Puja Dewa Hindu
Pusat masalahnya terletak pada pejabat setempat yang baru ditunjuk, Praful Khoda Patel, sejumlah proposal kontroversial yang dia gulirkan, naiknya kasus Covid-19, serta kasus dugaan makar yang menjerat seorang model populer merangkap aktris dan sineas.
'Protes yang belum pernah terjadi sebelumnya'
Pada Senin lalu, para warga menggelar aksi "hari hitam." Mereka mengibarkan bendera hitam di rumah masing-masing, seraya berpakaian serba hitam. Menurut pemberitaan setempat, "seluruh penduduk" di sana ikut serta dalam aksi mogok makan sehari penuh.
Baca juga: Buku Sekolah Sebut Terorisme adalah "Untaian Islam", Picu Kemarahan Muslim India
Para juru foto mempotret para pemrotes di rumah-rumah mereka. Ada yang berdiri di atap, bahkan sampai menyelam di laut sambil membentangkan poster menuntut "keadilan."
"Aksi-aksi protes ini belum pernah terjadi dalam sejarah Lakshadweep," kata Koordinator Save Lakshadweep Forum (LSF), Dr Mohammed Sadique.