JAKARTA - Siapa yang tak menganal Ali Sadikin. mantan Gubernur DKI Jakarta yang keras dan agak kontroversial. Ia dikenal simpel tapi langsung ke tujuan, Itulah impresi Mantan Presiden Soekarno saat mendeskripsikan seorang Ali Sadikin.
HUT Jakarta selalu jadi momentum banyak orang untuk mengenang begitu berjasanya Ali untuk Ibu Kota. Pun dengan saat ini.
Ali Lahir di Sumedang, Jawa Barat, 7 Juli 1927, Ali kecil bercita-cita menjadi pelaut. Ia masuk ke Sekolah Tinggi Pelayaran di zaman Jepang. Saat perang kemerdekaan, ia masuk BKR-Laut, cikalbakal TNI-AL. Demikian dikutip dari buku 100 Tokoh yang Mengubah Indonesia, Penerbit Narasi.
Kemudian ia dikirim ke Tegal, Jawa Tengah untuk membentuk pangkalan AL dan Korps Marinir. Selain bertempur melawan Agresi Belanda I dan II . Ali Sadikin juga turut menumpas Permesta di Sulawesi Utara.
Setelah pensiun dari kemiliteran dengan pangkat terakhir Letnan Jenderal (Letjen) KKO dan tidak lagi menjabat Gubernur DKI, Bang Ali masih menjalin kontak dengan tokoh-tokoh nasional yang memiliki komitmen tinggi terhadap masa depan bangsa. Keterlibatannya dalam Petisi 50 membuat rezim Orde Baru memberangus hak-hak politiknya.
Berikut Profil singkat Ali Sadikin:
Nama : Ali Sadikin
TTL : Sumedang, 7 Juli 1927
Meninggal : Singapura, 20 Mei 2008
Istri :
- Nani Arnasih Sadikin (Meninggal: 1986)
- Linda Syamsuddi Mangan (Meninggal: 2008)
Anak :
- Boy Sadikin
- Yasser Umarsyah Sadikin
- Irawan Hernadi Putra
- Edi Trisnadi Putra
- Benyamin Irwansyah Putra