Pertama di Indonesia, Kini Ada Perpustakaan Pancasila di Lapas

Agustina Wulandari , Jurnalis
Rabu 30 Juni 2021 13:48 WIB
Peresmian Perpustakaan Pancasila. (Foto: Dok.BPIP)
Share :

Baca Juga: Puluhan Mahasiswa UINSI Samarinda Antusias Dikuliahi Kepala BPIP

Dia lalu merujuk beberapa negara yang mendorong transformasi diri para Wargabinaan dan mencegah pengulangan tindakan kriminal adalah melalui buku dan sastra. Karena jengah berulang kali bertemu para residivis di ruang pengadilan, seorang hakim di Massachusetts bekerja sama dengan guru sastra untuk memperkenalkan program membaca untuk Wargabinaan.

"Changing Lives Through Literature. Program itu sukses menurunkan tingkat residivisme hampir tiga kali lebih tinggi dibanding tanpa intervensi," ucapnya.

Peresmian Perpustakaan Pancasila. (Foto: Dok.BPIP)

Penelitian oleh Rand Corporation pada 2013, Wargabinaan yang mendapatkan pendidikan jauh lebih kecil kemungkinannya terjeblos kembali ke penjara dan lebih besar kemungkinan mendapatkan pekerjaan.

Akbar menambahkan, begitu besarnya manfaat buku bagi Wargabinaan tak hanya diakui oleh Amerika Serikat. Di Iran, hakim bisa menjatuhkan hukuman kepada pelanggar hukum dengan memerintahkan mereka untuk membeli lima buku, membuat tulisan review tentang buku-buku itu, dan mengirim buku tersebut ke penjara. Di Italia dan Brazil, Wargabinaan yang menyelesaikan satu buku bisa mendapatkan remisi beberapa hari.

Peresmian Perpustakaan Pancasila. (Foto: Dok.BPIP)

"Apakah membaca buku bisa diusulkan untuk mengurangi hukuman adalah soal lain. Hal yang ingin saya tekankan membaca memiliki magic yang bisa mengubah diri kita dan Wargabinaan. Apalagi, salah satu pangkal masalah terbesar dalam sistem peradilan kriminal kita adalah rendahnya literasi," kata dosen Politeknik Ilmu Pemasyarakatan ini.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya