“Dia (keluarga besan) mau pamitan pulang, mengucapkan terima kasih dan kegembiraannya kepada kedua mempelai, itu ada yang namanya tradisi Maena," ujar Suganda dalam keterangan video, yang dikutip Selasa (6/7/2021).
Menurutnya, Tarian itu hanya berlangsung sekitat 7 menit. Tarian itu sebagai simbol ucapan salam hendak pulang. “Kayak sayonara, kami mau pulang, mau pamitan, tidak bisa salaman satu per satu. Itu tradisi di sana," tandasnya.
Hajatan yang digelar Lurah Pancoran Mas di tengah pandemi viral di media sosial hingga dibubarkan oleh Satpol PP Depok. Satgas Covid-19 setempat juga memeriksa lurah dan pelaksana hajatan terkait pelanggaran protokol kesehatan.
Polres Metro Depok juga menyelidiki acara pernikahan yang diselenggarakan Lurah Pancoran Mas, Suganda pada hari pertama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.
(Fahmi Firdaus )