Dilansir dari laman resmi Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Cony sangat terkenal dengan pemikirannya yakni kurikulum berdiversifikasi. Hal itu dianggap mengubah kerangka berpikir sistem pendidikan, yang semula sentralistik ke desentralistik. Kemudian, pada tahun 2015 dirinya pernah menerima penghargaan langsung dari UNESCO berkat dedikasinya pada bidang pendidikan. Conny dimakamkan di TPU Jeruk Purut, Jakarta.
4. Boedhwi
Boedhwi, dosen Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Ketua Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah meninggal pada 4 Juli 2021 akibat terinfeksi Covid-19. Sebagai seorang pendidik, dirinya terkenal sangat fokus memprogram pendidikan unggul dengan menyusun peta jalan pendidikan Muhammadiyah, menyelenggarakan metode pendidikan Muhammadiyah secara daring dan turut menyusun panggalan data pendidikan Muhammadiyah.
5. Huzaemah Tahido Yango
Pakar fiqih perbandingan mahzab yang juga menjabat sebagai Rektor IIQ (Institut Ilmu Al-Quran) Jakarta, Huzaemah Tahido Yango meninggal di usia 74 tahun, pada 23 Juli 2021 akibat terpapar Covid-19. Selain sebagai pendidik dan pakar, mendiang juga anggota Komisi Fatwa MUI dan anggota Dewan Syariah MUI. Satu cerita yang cukup membanggakan dari Huzaemah, ia rupanya adalah wanita pertama asal Indonesia yang berhasil meraih gelar doktor dari Universitas Al-Azhar, Mesir.
Informasi tersebut diolah dari berbagai sumber oleh Ajeng Wirachmi/Litbang MPI
(Arief Setyadi )