"Saat di dalam lift, dari lantai 16 sampai lantai 1, saya dipukuli. Wajah saja sampai bonyok penuh darah semua. Kepala saya sakit. Tidak ada yang menolong saya," ungkapnya.
Usai mendapat penganiayaan berat itu, dia sempat ke pos satpam. Lalu menelepon sopirnya meminta dijemput dan langsung ke RS Pondok Indah Puri Indah untuk dilakukan visum dan mendapatkan pertolongan medis.
"Dengan keadaan luka-luka dan kepala saya juga sakit. Saya duduk di pos satpam dan saya coba telepon sopir untuk saya dijemput dan langsung ke RS untuk visum," jelasnya.
Baca Juga: Warga Saling Tusuk Gunakan Pisau Ninja di Aceh
Setelah mendapat penanganan medis dan visum dari rumah sakit, dirinya pun langsung melapor ke Polda Metro Jaya dan diterima dengan laporan: LP/B/3286/VI/SPKT/POLDA METRO JAYA, pada tanggal 28 Juni 2021.
(Arief Setyadi )