Sepeninggal raja Hayam Wuruk dan Patih Amangkubhumi Gajah Mada, Majapahit memang telah mengalami kesuraman dan muncul suatu masalah yaitu perebutan kekuasaan dan pertentangan keluarga mengenai hak waris atas tahta kerajaan.
Sebelumnya Hayam Wuruk telah membagi kerajaan menjadi dua yaitu di sebelah barat (Majapahit) diperintah oleh Wikramawarddhana, dan kerajaan di timur (daerah Balambangan) diperintah oleh Wirabhumi, anak Hayam Wuruk dari istri selir.
Sedangkan Wikramawarddhana adalah keponakan dan menantu Hayam Wuruk. Dia naik tahta karena mengawini Kusumawarddhani, anak Hayam Wuruk dari parameswari. Dengan demikian Kusumawardhanilah yang sebenarnya berhak atas tahta kerajaan karena sebagai putri mahkota.
Perang Paregreg berakhir saat terbunuhnya Bhre Wirabhumi, yang menurut Pararaton berbunyi “Nagalara anahut wulan”. (din)
(Rani Hardjanti)