Dikonfirmasi terpisah, Kepala Biro Humas, PT Semen Tonasa (Semen Indonesia) Andi Muh Said Chalik mengatakan, pihaknya tetap kooperatif apabila pihak kepolisian memeriksa sejumlah saksi dalam kasus tersebut.
Pihaknya pun belum bisa menjelaskan secara rinci, atas kejadian itu, karena masih dalam proses penyelidikan aparat kepolisian Polres Pangkep.
"Nanti, sementara ini dulu (penyelidikan) polisi di Polres. Iya masih menunggu hasilnya, takutnya nanti saya salah ngomong, karena Polres yang selidiki," ucap Chalik saat dihubungi melalui telepon selularnya.
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes E Zulpan mengungkapkan, dari keterangan diperoleh, diduga penyebab kebakaran itu saat Serka Yarman mengisi BBM dalam jeriken yang berada di mobilnya jenis minibus Avanza, sedangkan anak dan ponakannya juga berada di dalam mobil itu.
"Diduga penyebab kebakaran itu saat mobil Serka Y mengisi BBM menggunakan jeriken, karena ditemukan sisa jeriken di dalam mobil tersebut. Kasus ini masih dalam proses penyelidikan," katanya.
(Erha Aprili Ramadhoni)