Tantangan Industri Perhotelan dan UMKM di Tengah Pandemi

Tim Okezone, Jurnalis
Kamis 12 Agustus 2021 13:41 WIB
Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)
Share :

Perbedaan pendapat ini mengundang Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) turun tangan untuk melakukan audit terhadap BNPB dan juga BPK Provinsi DKI Jakarta mengaudit Disparekraf DKI Jakarta. Namun, hingga saat ini belum diterbitkan hasil audit yang dilakukan BPK maupun BPKP DKI Jakarta.

Indonesia Tourism Watch (ITW) sebagai pemerhati pariwisata Indonesia juga menanggapi khasus ini dengan serius. “Bukan rahasia lagi bahwa okupansi hotel selama masa pandemi Covid-19 telah terjun bebas terutama di DKI Jakarta yang okupansi hotelnya di bawah 15%. Ditambah permasalahan Hotel yang bekerja sama dengan pemerintah untuk dijadikan tempat tinggal bagi pasien OTG dan Nakes Covid-19 yang mengalami okupansi di bawah 10% yang diakibatkan oleh telatnya pelunasan pembayaran oleh BNPB, hal ini dapat berdampak kebangkrutan bagi hotel-hotel tersebut akibat Overhead Cost yang tidak dapat dibayar oleh pihak hotel,” tegas Ichwan Abdillah, CEO Indonesia Tourism Watch.

Industri perhotelan sendiri merupakan garda terdepan dalam industri pariwisata di Jakarta bahkan di Indonesia juga menjadi sandaran bagi UMKM seperti UMKM yang bergerak di bidang kuliner, atau penyedia perlengkapan hotel serta para pekerja industri pariwisata.

“Kami menganalisis apa yang terjadi, bahwa BNPB secara perlahan membunuh industri perhotelan serta UMKM. Mengapa kami mengatakan demikian karena BNPB dianggap lalai dengan tidak melunasi pembayaran tagihan hotel yang bekerja sama untuk menyediakan tempat tinggal bagi pasien OTG dan Nakes Covid-19. Bahkan, Hotel Twin Plaza Jakarta telah mengalami kebangkrutan akibat tidak dapat membayar Overhead Cost seperti listrik, air, gaji karyawan, dan lainnya. Jika hal ini masih terus terjadi kami dapat prediksi 24 hotel di Jakarta dapat bangkrut akibat cash flow yang buruk,” sambung CEO ITW.

“Bila hal ini terus berlanjut dan hasil audit BPK tak kunjung terbit dapat dipastikan hotel-hotel tersebut dapat bangkut dalam beberapa bulan ke depan. Dan kami menuntut tanggung jawab BNPB karena turut serta dalam membunuh industri perhotelan dan UMKM serta pastinya banyak sekali pekerja dibidang perhotelan akan menjadi pengangguran,” tutup Ichwan Abdillah. (kha)

(Arief Setyadi )

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya