DI BALIK sederet objek wisata alam, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat juga tidak sedikit terdapat wisata sejarah. Sejumlah bangunan yang menjadi saksi bisu masa penjajahan tercatat ditemukan di beberapa titik di kabupaten berjuluk Kota Angin ini.
Bungker Jepang adalah salah satu peninggalan masa penjajahan yang terdapat di Kabupaten Majalengka. Ada dua bungker yang diduga kuat pernah digunakan penjajah untuk menahan orang-orang yang dianggap melawan.
Baca juga: Ironis! Bata Peninggalan Kerajaan Majapahit Dijual ke Pabrik-Pabrik
Tempat Bunker yang terletak persis di dekat Kodim, menguatkan anggapan bahwa Bungker, yang oleh warga setempat disebut Goa Jepang itu adalah tempat penahanan. Selain itu, Bungker ini juga terletak di bibir sungai. Lokasi yang memang pantas untuk mengasingkan siapa saja yang dianggap merongrong.
Naro, penggiat sejarah dari Grup Madjalengka Baheula (Grumala) mengatakan, dari cerita-cerita orang tua, Bungker itu dibuat pada masa penjajahan Belanda. Namun, penggunaan Bungker sendiri, lebih banyak digunakan oleh pemerintah penjajahan Jepang.
“Dibuat pada masa Belanda. Ketika Jepang datang, beralih lah. Dan perbaikan juga penempatannya di masa penjajahan Jepang. Itu cerita dari orang tua, yang mengaku ikut membuat Goa ini,” kata Naro saat berbincang dengan MNC Portal Indonesia.
Baca juga: Kisah Kerajaan Aceh dalam Catatan Para Peneliti Dunia
Terkait tahun pasti pembuatan, belum diketahui secara jelas. Namun, berdasarakan penuturan, jelas dia, Bungker itu dibuat bersamaan dengan pembangunan Markas tentara Belanda, yang kini dijadikan sebagai Markas Kodim 0617/Majalengka.
“Kodim ini dibangun Tahun 1923. Awalnya Kodim itu untuk Markas Belanda. Dan Markas Belanda itu, dilengkapi juga dengan pendukungnya, yang salah satunya Bungker ini,” papar dia.