Para Manggala dari Pasundan tidak ada yang tersisa semuanya tewas di medan pertempuran, termasuk raja Pasundan juga tewas. Melihat kenyataan seperti itu Dyah Pitaloka berduka cita dan bunuh diri. Peristiwa perang Bubat itu dicerita seperti “Sanga Turangga Paksawani”.
Raja Hayam Wuruk yang mendengar berita bahwa Dyah Pitaloka yang diidam-idamkan menjadi istri prameswari sudah meninggal sangat sedih hatinya. Karena sangat sedihnya akhirnya sakit hingga meninggal.
Gajah Mada merasa dosa besar, maka sebagai penebus dosanya lalu mengundurkan diri dari jabatan patih mangkubhumi lalu bertapa dan menyepi di Madakaripura.
(Widi Agustian)