Sementara, kaum elite Belanda menontonnya sambil tertawa. Sebagai hiburan untuk masyarakat, Belanda memberikan banyak hadiah. Namun, hadiah tersebut tidak bisa didapatkan dengan cuma-cuma. Masyarakat harus berlomba menaiki batang pohon pinang yang telah dilumuri minyak hingga licin. Masyarakat yang ingin mendapatkan hadiah harus rela bersusah payah memanjat pohon pinang yang tinggi dan licin.
Hal inilah yang menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. Masyarakat yang kontra beranggapan ini melukai nilai-nilai kehidupan masyarakat. Yang satu berjuang meraih hadiah di atas pohon pinang, yang satu tertawa melihatnya.
Di sisi lain yang pro yakni lomba panjat pinang juga mampu memperkuat rasa saling gotong-royong antarmasyarakat. Saling membantu dan pantang menyerah.
(Khafid Mardiyansyah)