Apa Isi Kesepakatan Luar Biasa Taliban dan Trump yang Menjadi Kunci Mereka Berkuasa Kembali di Afghanistan?

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis
Jum'at 20 Agustus 2021 12:05 WIB
Utusan mantan Presiden AS Donald Trump menandatangani perjanjian dengan Taliban pada 2020 (Foto: Reuters)
Share :

Siapa yang pegang kendali di Afghanistan?

Presiden AS saat ini Joe Biden - yang meskipun tidak setuju dengan Trump pada hampir setiap kebijakan lainnya - melanjutkan untuk menerapkan kesepakatan pendahulunya.

Kepada pers bulan lalu, Biden mengatakan tidak akan "mengirim generasi Amerika lainnya ke perang di Afghanistan tanpa harapan yang masuk akal untuk mencapai hasil yang berbeda".

"Tentang prospek Taliban bakal menguasai segalanya dan menguasai seluruh negeri, itu sangat tidak mungkin," terangnya.

Terlepas dari kejadian beberapa hari terakhir, agaknya Presiden Biden telah terjebak dengan keputusannya.

"Jika ada, perkembangan minggu lalu memperkuat bahwa mengakhiri keterlibatan militer AS di Afghanistan sekarang adalah keputusan yang tepat," ungkapnya pada Senin (16/08) lalu.

Tapi bagi banyak orang, pandangan pemimpin Taliban Mohammad Abbas Stanikzai saat berbicara di ruangan besar sebuah hotel mewah setelah menandatangani kesepakatan dengan adi daya militer terkuat di dunia akhir September tahun lalu, akan lebih mendekati kenyataan.

"Tidak ada keraguan kami telah memenangkan peperangan," katanya. "Tidak ada keraguan sama-sekali,” tambahnya.

(Susi Susanti)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya