Meski hanya gelap yang dirasakan, dia tetap ikhlas menjalani hari-harinya demi harapan untuk menyekolahkan kedua putrinya, Rizky Dwi Safitri (17 tahun) yang mondok di pesantren dan Riana Deni Safitri (15 tahun) yang duduk di sekolah menengah di Kokap, Kulonprogo.
Ikhlas dan ikhtiar, Parjan berharap kedua putrinya bisa mengenyam pendidikan tinggi dan bernasib lebih baik dari orangtuanya.
“Ya kalau saya sudah terbiasa pagi panjat pohon kelapa untuk mencari nira. Nanti kalau siang biasa nanam-nanam, nyangkul-nyangkul itu kalau musim hujan. Kalau musim kemarau paling nyangkul demi mencukupi kebutuhan keluarga. Tapi dikarenakan tenaga tidak mampu, jadi kebutuhan saya belum tercukupi walaupun kerja saya tidak pernah berhenti,” kata Parjan.
Menurut Parjan, saat badannya sehat dia bisa memanjat 20 pohon kelapa di pagi hari dan 20 pohon kelapa lagi di sore hari.