Tak Mampu Melihat, Parjan Tetap Panjat Pohon Kelapa Demi Pendidikan Anak-Anaknya

Budi Utomo, Jurnalis
Senin 23 Agustus 2021 09:39 WIB
Parjan tetap bekerja memanjat pohon dan mengambil nira demi pendidikan kedua putrinya. (Foto: MPI)
Share :

Kamsih, sang istri mengatakan keterbatasan penglihatan suaminya sudah dirasakan saat putri kedua mereka berusia 8 bulan. Saat itu Parjan terkena musibah dan pandangan matanya mulai kabur hingga akhirnya mengalami kebutaan total.

Berbagai upaya dilakukan mulai dari berobat ke dokter spesialis hingga tabib, tapi penglihatan Parjan tidak dapat kembali. Parjan pun tidak bisa melihat wajah putrinya yang mulai beranjak dewasa.

Setiap harinya Parjan dan Kamsih hanya mampu mengumpulkan rata-rata 20 liter nira, yang kemudian diolah menjadi sekira 4-5 kilogram gula merah. Gula merah ini kemudian dijual ke pasar dengan harga sekira Rp15 ribu per kilogram.

Meski penuh keterbatasan Parjan berharap selalu diberikan kesehatan agar tetap mampu bekerja dengan menghasilkan nira. Ini dilakukannya demi asa agar kedua putrinya dapat mengenyam pendidikan yang lebih tinggi dibandingkan orangtuanya.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya