Berdasar bunyi piagam tersebut, dapat disimpulkan bahwa Candi Singosari merupakan peninggalan Majapahit di bawah kepemimpinan Tribhuwanatungga-dewi. Pembangunan candi dimaksudkan untuk memperingati wafatnya Raja Kertanegara beserta para pejabat tinggi Singhasari (1292 M).
Candi Singosari terletak di kota Singosari yang tidak jauh dari kota Malang. Candi ini ditemukan sekitar tahun 1803 oleh Nicolaus Engelhard.
Apabila memperhatikan struktur Candi Singosari yang memiliki dua ruangan seperti pada Candi Jawi. Diperkirakan Candi Singosari berlatar belakang Siwa-Buddha.
BACA JUGA: Misteri Trowulan, Ibu Kota Kerajaan Majapahit Tanpa Unsur 'Mojo'
Candi Singosari memiliki atap berbentuk piramida yang terdiri dari beberapa tingkat dan tiap tingkat dihias menara. Sisi-sisi bagian bawahnya berukuran 5 m. Bagian atas atap telah runtuh sehingga bagian yang terdapat saat ini tinggal tingkat pertama dan sebagian tingkat kedua setinggi 2,50 m. Tinggi bangunan candi yang tersisa saat ini adalah 14,10 m.
Bagian tubuh berbentuk bujur sangkar dengan sisi-sisi berukuran 5,20 m dan tinggi 4,85 m. Tubuh candi kosong, tidak ada ruangan utama yang harusnya ada di sana, demikian juga dengan relung pada keempat sisi pun kosong. Melihat ukurannya memang dari awalnya relung-relung tersebut bukan tempat arca.
Tubuh candi kosong karena merupakan lambang Parama sunya, yaitu konsep tertinggi dalam agama Buddha yang tidak berwujud. Dalam Nagarakrtagama dikatakan Siva di ruang dalam, dan aksobhya berada di atas, tetapi karena bersifat sangat halus (aksobhyawimbhatisuksma) tidak terlihat disebabkan oleh kekuatan siddhinya yang berhakikat hampa.