JAKARTA - Nasi sudah menjadi bubur, istilah ini setidakya cukup tepat atas bocornya percakapan Presiden Joko Widodo dengan sejumlah pejabat yang mendampinginya saat malakukan kunjungan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Samarinda, Kalimantan Timur.
Media sudah kadung memberitakan dan publik sudah terlanjur mengetahui bahwa sejumlah pejabat telah mendapat vaksin ketiga. Padahal dalam surat ederan Kementerian Kesehatan Nomor HK.02.01/1919/2021 menyebutkan vaksin booster covid-19 hanya diperuntukkan bagi tenaga kesehatan dan tenaga pembantu kesehatan.
Presiden Joko Widodo pada Senin 23 Agustus 2021 sempat menyinggung target vaksinasi nasional yang ditargetkan mencapai seratus juta dosis hingga akhir Agustus 2021. Data Kementerian Kesehatan mencatat saat ini lebih dari 33 juta warga yang sudah mendapat vaksinasi hingga dosis kedua.
Pertanyaan tentang distribusi vaksin yang tidal merata pun mengemuka di ruang publik. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sempat meyampaikan bahwa jumlah tenaga kesehatan yang sudah disuntik vaksin booste mencapai 34 persen. Di kala tenaga kesehatan belum mendaatkan vaksin booster, mengapa sejumlah pejabat justru sudah kebagian vaksin booster?
Bersama Host Latief Siregar, simak berita selengkapnya di iNews Prime kamis pukul 20.00 WIB. Anda juga dapat menyaksikan secara langsung melalui aplikasi RCTI+ dan www.rctiplus.com dan aplikasi RCTI+, unduh segera di Google Play Store dan Apple App Store.
(Rahman Asmardika)