PADA saat Jepang menduduki Indonesia dan juga pecahnya Perang Pasifik, para tawanan Boven Digoel dipindahkan atau dialihkan oleh Belanda ke Australia. Pemindahan itu dikarenakan pihak Belanda kekhawatiran tahanan akan memberontak jika tetap berada di Boven Digul.
Bagian dari kamp itu tidak dibebaskan lebih awal dari pertengahan 1943, akan tetapi ketika dalam menghadapi pendudukan Jepang, pada akhirnya Belanda menutup kamp Digoel tersebut dan mengirim seluruh penduduk ataupun tawanan Boven Digoel ke Australia. Demikian dilansir dari Indonesia.go.id.
Belanda berharap orang-orang Indonesia yang menjadi tawanannya dan kemudian dibawa ke Australia akan membantu Belanda. Akan tetapi keadaan malah berbalik, tahanan politik itu dapat mempengaruhi serikat buruh Australia untuk memboikot kapal-kapal Belanda yang mendarat di Benua Kanguru.
Baca juga: Cerita dari Boven Digoel, Tempat Pembuangan Pejuang Kemerdekaan di Masa Penjajahan Belanda
Akhirnya setelah Sekutu berhasil memperoleh kemenangan dari pemerintahan kolonial Belanda di Hindia Belanda, tawanan itu dikembalikan ke tempat asalnya di Indonesia.
Pada akhirnya sekutu menduduki Indonesia. Sehingga beralih tangan, dari tangan Belanda ke tangan Jepang. Indonesia masih berada dalam kekuasaan negara lain. Hingga akhirnya Indonesia merdeka tahun 1945.
Baca juga: Boven Digoel, Hatta hingga Sutan Sjahrir Dibuang ke Tempat Pengasingan Paling Seram Ini
Boven Digoel merupakan lokasi pengasingan tokoh-tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia pada masa penjajahan Belanda. Boven Digoel tercantum dengan nama Tanah Merah di peta, merupakan daerah pemekaran dari Kabupaten Merauke, Papua, ujung timur Indonesia.
Penghuni Digul ini hampir semuanya adalah para aktivis politik yang melakukan pemberontakan kepada kolonial Belanda. Demikian dilansir dari Indonesia.go.id.
Banyak tokoh-tokoh terkenal yang dibuang ke sana, ada juga banyak cerita para penghuni kamp, yang merupakan sejarah kecil untuk menuju ke kemerdekaan Indonesia.
Baca juga: Deretan Bom Nuklir Paling Mematikan dalam Sejarah
(Fakhrizal Fakhri )