Pengadaan baju dinas baru dengan anggaran yang fantastis itu dicibir warga. Apalagi saat ini kondisi ekonomi warga selalu pembayar pajak, sedang sulit akibat terdampak Pandemi Covid-19.
"Rakyat susah makan, dewannya malah beli baju mahal. Mereka mewakili siapa ?," kata Rustam, warga Kota Medan.
"Kalau kerjanya bagus entah pula. Dari sejak terpilih sampai sekarang, kita enggak kenal pun dengan mereka. Mau beli baju baru untuk apa. Lebaran masih lama," sebut Zunaidi, warga Binjai.
(Khafid Mardiyansyah)