"Tidak ada teroris, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal, yang pantas namanya disebutkan karena keburukan yang mereka cari," katanya.
Kelompok toko swalayan Selandia Baru Countdown mengatakan pada Sabtu bahwa mereka telah mengeluarkan pisau dan gunting dari raknya sambil mempertimbangkan apakah akan terus menjualnya.
"Kami ingin semua tim kami merasa aman ketika mereka datang untuk bekerja," Kiri Hannifin, manajer umum keselamatan Countdown mengatakan dalam sebuah pernyataan media.
Jaringan toko swalayan lain juga telah mengeluarkan pisau tajam dari rak mereka, lapor media.
(Rahman Asmardika)