Kebijakan Penanganan Pandemi Covid-19 Terapkan Kearifan Lokal

Tim Okezone, Jurnalis
Sabtu 04 September 2021 10:20 WIB
Foto: BNPB
Share :

BALIPandemi Covid-19 masih berdampak pada berbagai sektor kehidupan masyarakat Indonesia. Penanganan hingga saat ini telah memberikan banyak pembelajaran sehingga penanganan ke depan dapat lebih efektif.

BNPB mengajak berbagai pihak untuk mendiskusikan konteks tersebut pada dimensi sosial dan kebijakan penanganannya di Indonesia.

Diskusi yang berlangsung secara virtual pada Jumat 3 September 2021 itu menyoroti isu dimensi sosial dan kebijakan penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia.

Belajar dari penanganannya di Provinsi Bali, dinamika sosial dalam kegiatan keagamaan sempat menjadi permasalahan.

Baca juga: 155 Kejadian Bencana Terjadi Sepanjang Agustus 2021, Terbanyak di Jawa Barat

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali I Made Rentin menyampaikan bahwa kegiatan kegiatan tersebut cenderung melibatkan banyak warga dan menimbulkan kerumunan, sebagai contoh upacara Ngaben. Ini sangat berpotensi menjadi klaster penularan di Bali.

Menyikapi potensi tersebut, Pemprov Bali melakukan pendekatan terhadap desa adat untuk mendukung penanganan di tingkat mikro, yaitu membentuk satuan tugas (satgas) berbasis desa. Upaya ini untuk merespons risiko penularan saat berlangsungnya kegiatan-kegiatan keagamaan, adat, dan masyarakat lain.

Baca juga: BNPB: 155 Kejadian Bencana Terjadi pada Agustus 2021, Didominasi Dua Fenomena Hidrometeorologi

“Budaya tetap berjalan, tradisi lestari, tetapi kemudian bagaimana penyebaran Covid dapat dicegah, misalnya kegiatan maksimal 15 orang dan harus melakukan tes antigen,” ujar Kepala Pusat Penelitian Kependudukan LIPI Herry Yogaswara.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya