5 Fakta Aplikasi PeduliLindungi Pengguna KRL, Dianggap Lebih Efisien

Mohammad Adrianto S, Jurnalis
Senin 06 September 2021 20:06 WIB
Pengguna KRL melakukan scan QR Code PeduliLindungi. (Foto: M Surjaya)
Share :

JAKARTA - PT KAI Commuter bekerja sama dengan pemertintah melakukan uji coba aplikasi PeduliLindungi bagi pengguna KRL, mulai Senin (6/9/2021). Kebijakan itu guna memastikan masyarakat yang berpergian aman dari Covid-19.

Adapun beberapa fakta yang wajib diperhatikan, sebagai berikut: 

1. Dilakukan di 11 Stasiun

Saat ini, uji coba aplikasi PeduliLindungi berlangsung di 11 stasiun. Stasiun-stasiun tersebut adalah Stasiun Depok, Stasiun Pasar Minggu, Stasiun Bekasi Timur, Stasiun Serpong, Stasiun Jurangmangu, Stasiun Jakarta Kota, Stasiun Juanda, Stasiun Sudirman, Stasiun Palmerah, Stasiun Kemayoran, dan Stasiun Manggarai.

Jumlah stasiun akan bertambah secara bertahap. 

2. Scan QR Code

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Anne Purba menyatakan, bahwa pengguna dapat mencoba scanning kode QR di stasiun. Dia menjelaskan, pengguna hanya perlu melakukan check in saat memasuki stasiun, serta tidak perlu melakukan check out di stasiun tujuan.

3. Tetap Wajib Membawa Dokumen

Namun, keberadaan aplikasi PeduliLindungi bukan sebagai pengganti dokumen perjalanan untuk naik KRL.

Baca juga: Uji Coba Hari Pertama, Begini Penerapan PeduliLindungi di Stasiun Bekasi Timur

"Uji coba aplikasi ini tidak mengubah ketentuan untuk menggunakan KRL. Dokumen perjalanan untuk naik KRL harus ditunjukkan pengguna ketika memasuki stasiun," ujar Anne Purba. 

Mengacu kepada SE Menteri Perhubungan No 66 Tahun 2021, KAI Commuter tetap mewajibkan pengguna membawa dokumen perjalanan seperti STRP, surat keterangan dari instansi atau perusahaan, maupun dokumen lainnya sesuai aturan.

4. Dinilai Lebih Efisien

Banyak penumpang yang merasa menggunakan aplikasi PeduliLindungi lebih efektif, dibandingkan menunjukan dokumen perjalanan.

Seorang penumpang bernama Fatma, menganggap penggunaan aplikasi lebih simpel jika dibandingkan dengan penggunaan STRP yang masih berbentuk kertas. 

Dirinya menilai, penggunaan sistem barcode lebih efektif karena handphone selalu dibawa ke mana-mana. "Ini lebih bagi enggak perlu surat vaksin tiap hari. Kita kan kerja perlu cepat ini tinggal scan enggak ribet bawa surat, takut ketinggalan," katanya.

Selaras dengan Fatma, penumpang bernama Fathus, menyebut aplikasi PeduliLindungi lebih efisien. Namun dia menambahkan sistem ini lebih tepat diberlakukan bagi masyarakat yang usianya lebih muda. 

"Kalau untuk generasi milenial mungkin lebih mudah ya namun yang perlu lebih diperhatikan itu yang kakek dan nenek-nenek yang nggak ada HP," kata Fathus.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya