WASHINGTON - Menanggapi pengumuman kabinet yang diumumkan Taliban pada Selasa (7/9), Amerika Serikat (AS) mengatakan prihatin tentang "afiliasi dan rekam jejak" dari beberapa orang yang disebutkan dalam pemerintahan baru Taliban.
"Kami juga menegaskan kembali harapan kami yang jelas bahwa Taliban memastikan bahwa tanah Afghanistan tidak digunakan untuk mengancam negara lain dan memungkinkan akses kemanusiaan untuk mendukung rakyat Afghanistan," kata juru bicara Departemen Luar Negeri dalam sebuah pernyataan.
Daftar anggota kabinet yang diumumkan oleh juru bicara Zabihullah Mujahid pada Selasa (7/9) didominasi oleh anggota lama kelompok itu. Kabinet baru ini juga tidak menyertakan kehadiran wanita sebagai menteri.
(Baca juga: Taliban Umumkan Kabinet Baru, Tidak Ada Wanita yang Menjadi Menteri)
Juru bicara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Farhan Haq mengatakan kepada wartawan di New York bahwa hanya "penyelesaian yang dinegosiasikan dan inklusif yang akan membawa perdamaian berkelanjutan ke Afghanistan".
Sementara itu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan dia akan mengikuti arah pemerintahan baru di masa depan. Dia mengatakan tidak tahu berapa lama susunan pemerintahan baru saat ini akan bertahan.
(Baca juga: Taliban Umumkan Susunan Kabinet Baru, Masih Bersifat Sementara)