JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria menyatakan, pihaknya tengah mengkaji terkait rencana bioskop kembali beroperasional.
“Bioskop sedang dipertimbangkan sedang dibahas tapi belum dibuka, nanti kita cari waktu dan momen yang tepat bagaimana dulu pernah kita buka,” kata Ariza kepada wartawan di Balai Kota, Kamis (9/9/2021).
Baca juga: Pengusaha Surati Menko Airlangga dan Luhut Minta Bioskop Dibuka
Selain itu, Ariza menyatakan, pihaknya pun belum bisa memberikan keputusan terkait kapan bioskop akan dibuka. “Belum, belum diputuskan nanti kita lihat,” sambungnya.
Sebelumnya, Ketua Gabungan Pengelola Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) Djonny Syafruddin mengatakan, pihaknya kini tengah menunggu hasil keputusan rencana kembali beroperasional bioskop di Indonesia.
“Kita tunggu aja tanggal 13, 14 ini, Tinggal nunggu SK aja, kalo tidak terjadi gejolak lagi, dulu kan gitu buka tutup buka tutup,” kata Djonny.
Baca juga: Gerakan Kembali ke Bioskop, Menparekraf Sandiaga Uno: Prokes Ketat Resep Bangkit
Ia mengatakan, sudah melakukan beberapa persiapan seperti peninjauan aplikasi PeduliLindungi. “Kita sudah melakukan beberapa pertemuan, dan peduli lindungi sudah kita survey ke lapangan, kontrol, tes,” jelasnya.
Djonny menyatakan, bahwa seluruh pengunjung wajib sudah divaksin Covid-19 sebagai syarat akses masuk bioskop dengan menggunakan aplikasi PeduliLindungi.
“Buat penonton bioskop kita lihat itu (indikator) ada ijo, kuning, ijo, merah, item, jadi kalo dipintu masuk dia belum vaksin keluar item, merah juga, kalo ijo udah aman, ada yang baru divaksin sekali itu kuning,” terangnya.
Ia berharap nantinya 60% kapasitas bioskop bisa dipergunakan jika bioskop bisa kembali beroperasional.
“Kita mengharapkan 60 persen (bioskop) seluruh indonesia dibuka dulu, karena ini menyangkut market pemilik film,” ujarnya.
Selain itu, ia juga berharap bioskop bisa dibuka di seluruh Indonesia khususnya Jabodetabek.
“Kita minta di Jakarta buka, Bekasi, Tangerang, Bogor buka Jabodetabek, baru bisa supply ke seluruh Indonesia,” tambahnya.
(Awaludin)