Ia menjelaskan, selain tes PCR dari hasil autopsi bangkai burung pipit itu tidak ditemukan kerusakan pada bagian organ dalam. Untuk itu, ia memastikan kematian ratusan burung pipit tersebut bukan disebabkan oleh infeksi virus.
"Yang sudah keluar adalah uji PCR untuk AI dan ND, hasilnya negatif. Autopsi untuk melihat organ dalam juga, hasilnya tidak ditemukan perubahan, artinya organ dalam normal," katanya.
Namun, hasil pemeriksaan sampel burung pipit tersebut belum selesai. Karena sampel itu masih harus diuji di laboratorium bakteriologi.
"Hasil lengkap belum keluar, karena ada proses uji lab bakteriologi," ujarnya.
(Arief Setyadi )