5 Fakta Prajurit TNI Gugur Ditembak saat Evakuasi Jasad Gabriella, KKB Makin Brutal!

Mohammad Adrianto S, Jurnalis
Rabu 22 September 2021 21:08 WIB
Ilustrasi. (Foto: Okezone.com)
Share :

JAKARTA - Seorang prajurit TNI gugur dalam baku tembak di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Selasa (21/9/2021), saat melakukan evakuasi jasad suster Suster Gabriella Meilani yang tewas akibat ulah Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). 

Berikut fakta-fakta di balik gugurnya prajurit TNI saat bertugas, sebagai berikut:

1. Kontak Tembak

Seorang anggota TNI atas nama Pratu Ida Bagus Putu, anggota Yonif 403/WP, gugur dalam kontak senjata dengan KKB di Kiwirokagi. Dandim 1715 Yahukimo Letkol (Inf) Kristian Irreuw mengatakan korban meninggal saat baku tembak dengan KKB pimpinan Lamek Taplo.

Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Arm Reza Nur Patria, menjelaskan baku tembak tersebut terjadi saat pasukan TNI-Polri mengamankan lokasi pendaratan helikopter yang akan digunakan untuk mengevakuasi jenazah tenaga kesehatan (nakes) Gabriella Meilani ke Jayapura.

“Saat melaksanakan pengamanan bandara yang akan digunakan sebagai jalur evakuasi jenazah Suster Gabriela Meilani, terjadi kontak tembak dengan KST yang menyebabkan satu prajurit terbaik TNI gugur,” terang Reza.

Baca juga: Helikopter TNI AD Evakuasi Jenazah Nakes Gabriela dari Kiwirok

2. Jasad Berhasil Dievakuasi

Jasad dari Gabriella serta prajurit TNI sudah berhasil diselamatkan dan berada di Jayapura.

"Saat ini jenazah Suster Gabriella dan jenazah prajurit yang gugur sudah dievakuasi ke Jayapura dan selanjutnya dibawa ke RS TK II Marthen Indey,” tutur Reza.

3. Sosok Gabriella

Gabriella Meilani lahir di Besum, Distrik Nimboran, Kabupaten Jayapura, Papua pada tanggal 31 Mei 1999. Ella, sapaannya, tumbuh besar di Besum, Nimboran, Jayapura.

Keinginannya untuk bisa membantu sesama membuat Ella menempuh pendidikan di STIKES Jayapura, Papua. Pasca kelulusan, nasib membawa Ella bertugas dan mengabdi di Puskesmas Kiriwok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

Namun, belum lama bertugas, Kelompok Separatis Teroris Organisasi Papua Merdeka menyerang dan membakar sejumlah fasilitas pelayanan termasuk puskesmas yang membuat Ella dan rekan-rekannya berusaha menyelamatkan diri. Ella tidak berhasil selamat, dan menembuskan nafas terakhir di usia yang masih sangat muda 22 tahun.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya