MEKSIKO - Perjuangan migran Haiti dalam mencari suaka, masih terus berlanjut. Salah satu diantaranya adalah Janvier, imigran dari Haiti yang mencoba datang ke Amerika Serikat (AS). Melewati berbagai negara dengan berjalan kaki adalah hal yang sudah pernah ia dan keluarganya alami.
Namun, berbeda saat akhir musim panas, hanya sedikit migran yang mencoba menyeberang ke AS dari kota perbatasan Meksiko, Mexicali. Suhunya sangat panas yakni sekitar 40 derajat Celcius. Di luar kota tetangga AS, Calexico, terbentang gurun bermil-mil yang tidak mudah dilalui.
Mencoba melakukan perjalanan dalam panas yang membakar akan menjadi langkah gila. Namun para migran yang berkumpul di sebuah restoran Haiti beberapa blok dari tembok perbatasan telah melalui hal yang lebih buruk. Terutama Fiterson Janvier dan keluarganya.
Saat mereka menyelesaikan hidangan ayam, nasi-dan-kacang dan pisang raja ala Kreol, ada kelelahan dan ketidakpercayaan di mata mereka. Kelelahan pada perjalanan mereka dari Amerika Selatan selama beberapa bulan terakhir, dan ketidakpercayaan pada beberapa hal yang mereka saksikan dan alami di sepanjang jalan.
"Saya meninggalkan negara saya pada 26 Agustus 2014," terang Janvier.
Setelah menghabiskan beberapa tahun di Brasil, dia pindah ke Chili, bertemu istrinya dan mereka memiliki seorang anak. Tapi karena mereka tidak bisa menaikkan status sosial mereka di Amerika Selatan, mereka pun memutuskan ini waktu yang tepat untuk mencoba menjangkau AS.
(Baca juga: 10.000 Imigran Ilegal Penuhi Perbatasan AS - Meksiko)
"Kami telah melewati sebelas negara yang berbeda untuk sampai ke sini. Bolivia, Peru, Ekuador, dan lainnya,” lanjutnya.
Dia menggambarkan perjalanan luar biasa dengan berjalan kaki dan dengan bus, yang melintasi Andes dan Lembah Amazon. Perjalanan ini menjadi perjalanan yang sangat menyiksa.
Saat dia membawa keluarga mudanya melintasi Darien Gap, tujuh hari melewati hutan lebat antara Kolombia dan Panama, Janvier mengatakan dia melihat mayat migran Haiti dan Kuba lainnya.